Minggu, 13 Februari 2011

Tugas metode Penelitian Sastra

KAJIAN SOSIOLOGI NOVEL PEREMPUAN JOGJA KARYA ACHMAD MUNIF

Dosen Pengampu: Dra Titiek Suyatmi

Disusun Oleh:

Rindit Setiawan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARYA

2010


BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sastra lahir, tumbuh dan hidup dalam masyarakat. Karya sastra diciptakan pengarang untuk dinikmati, dipahami, dan di manfaatkan oleh masyarakat (Damono, 1979). Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah kenyataan sosial.

Sastra lahir disebabkan dorongan dasar manusia untuk mengungkakan dirinya. Menaruh minat terhadap masalah manusia dan kemanusiaan, dan menaruh minat terhadap dunia realitas yang berlangsung sepanjang hari dan spanjang zaman. Karya sastra adalah kisah kehidupan manusia yang penuh lika-liku. Pengungkapan realitas kehidupan tersebut menggunakan bahasa yang indah, sehingga dapat menyentuh emosi pembaca. Karya sastra merupakan pluapan spontan dari perasaan yang kuat dan tidak dipandang lagi sebagai refleksi tindak-tindak manusia. Selain itu merupakan cermin emosi yang dikumpulkan dalam keheningan mendalam, yang kemudian direbisi dalam penciptaan melalui pemikiran. Karya sastra yang bermutu adalah karya sstra yang mampu melukiskan kehidupan sedetail mungkin (Edraswara, 2006:33-34).

Dalam kehidupan masyarakat terdapat berbagai macam permslahan sosial yang biasanny memberikan pengaruh dan tercermin didalam krya sastra. Permasalahan sosial dipengaruhi oleh adanya ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan. Sebagai anggota masyarakat, pengarang dengan sendirinya lebih berhasil untuk melukiskan msyrakat ditempat ia tinggal, lingkungan hidup yang benar-benar dialaminya secara nyata. Oleh karena itu pengarang sendiri adalah makhluk sosial.

Genre sastra yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah novel. Novel merupakan salah satu karya sastra yang dihasilkan oleh seorang pengarang. Novel juga dapat meberi manfaat karena didalamnya mengandung pesan moral yang dapat diserap pembaca. Diantara genre utama karya sastra yaitu puisi, prosa dan drama, genre prosalah khususnya novel dianggap dominan dlam manampilkan unsur-unsur sosial (Ratna, 2006:335).

Hakekat novel dalam sosiologi sastra adalah, seperti halnya sosiologi, sasta berurusan dengan manusia dalam masyarakat. Usaha manusia untuk menyelesaikan diri dan usahannya untuk merubah masyarakat itu. Dalam isi sesunguhnya sosiologo dan sastra berbagi masalah yang sama. Dengan demikian novel genre utama sastra dalam industri ini, dapat dianggap sebagai usaha untuk menciptakan kembali dunia sosial. Hubungan manusia dengan keluargannya, lingkungannya, politik, negara, dan sebagainya. Dalam penelitian murni, jelas tampak bahwa novel berurusan dengan tekstur sosial, ekonomi dan politik yang juga menjadi urusa sosiologi. Perbedaan yang ada antara keduannya bahwa sosiologi melakukan ilmiah yang objektif, sedangkan novel menyusup, menembus permukaan kehidupan sosial dan menunjukan cara-cara manusia menghayati masyarakat dengan perasaanya, hal ini disampaikan oleh Damono (1979:7)

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk mengkaji novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif. Penelitian ini untuk mendeskripsikan keadaan social budaya masyarakat dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif. Selain itu penulis juga ingin mengungkapkan beberapa permasalah tentang suatu kehidupan manusia dalam hubungannya dengan sesama dan lingkunganya yang diwujudkan secara rinci oleh pengarang.

B. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah bertujuan untuk mendapatkan masalah yang dibahas dalam penelitian agar tidak keluar dari topic utama. Pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

· Konteks social pengarang dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

· Gambaran masyarakat yang tercermin dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

· Fungsi social dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad munif.

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut:

· Bagaimana konteks sosial pengarang yang tercermin dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

· Bagaimanakah Gambaran masyarakat yang tercermin dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

· Bagaimanakah Fungsi sosial dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

D. Penelitian Tujuan

Penelitian novel Dalam Sebuah Kapal secara sosiologi ini bertujuan untuk sebagai berikut:

· Konteks sosial pengarang yang tercermin dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

· Mendeskripsikan Gambaran masyarakat yang tercermin dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

· Mendeskripsikan Fungsi sosial Dalam Novel Sebuah Kapal Karya Nh.Dini

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif adalah sebagai berikut :

1. Mendeskripsikan konteks social pengarang dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

2. Medeskripsikan gambaran masyarakat yang tercermin dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

3. Mendeskripsikan fungsi social dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini dapat memberikan manfaat. Manfaat tersebut adalah:

1. Secara Teoretis

Penelitian ini dihrapkan dapat memberikan masukan pada perkembangan sastra khususnya pada analisis pendekatan sosiologi.

2. Secara Praktis

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi penulis sendiri dan pembaca untuk menjadi pelajaran selanjutnya. Dari segi penulis mengharapkan agar penelitian ini dapat dijadikan bahan bacaan atau pegangan dalam melakukan penelitian khususnya penelitian sastra.

BAB 11

KAJIAN PUSTAKA

A. Kerangka Teoretik

1. Pengertian Novel

Sebutan novel berasal dari Itali yaitu novella (yang dalam bahasa Jerman: novelle). Secara harfiah novella berarti “sebuah barang baru yang kecil”, dan kemudia diartikan sebagai “sebagai cerita pendekdalam bentuk prosa”. Dewasa ini istilah novella dan novelle mengandung pengertian yang sama dengan istilah Indonesia novelet, yang berarti sebuah karya prosa fiksi yang panjangnya cukupan, tidak terlalu panjang, namun juga tidak terlalu pendek (Nurgiyantoro, 2002:9). Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI,2001:788) novel adalah karangan yang panjang yang mengandung rangkaian cerita kehdupan seseorang dengan orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

Novel dibangun dari unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsi, unsur-unsur itu antara lain peristiwa, tokoh, alur, latar, tema, sudut pandang dan lain sebagainya. Nsur-unsur drai novel ini diungkapkan oleh pengarang secara luas sehingga menghasilkan suatu cerita yang dapat dinikmati pembaca. Genre sastra merupakan genre sastra yang banyak digemari pembaca.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bhwa novel didefinisikan sebagai bentuk karya sastra yang terdiri dari unsur yang mengandung berbagai peristiwa dalam kehidupan manusia yang kompleks dan panjang sehingga menggambrkan keadaan masyarakat, misal keadaan sosial, budaya, adat-istiadat maupun religi.

2. Pendekatan Sosiologi Sastra

Sosiologi berasal dari kata latin “socios” yang berarti “kawan” dan kata Yunani “Logos” yang berarti “kata” atau “berbicara”. Jadi sosiologi berarti mengenai masyarakat. (Soekanto, 2003:4).

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang objek studinya berupa aktivitas social manusia. Sosiologi tidak hanya berhubungan manusia dengan lingkungan social budaya, tetapi juga dengan alam. Sastra adalah karya seni yang merupakan ekspresi kehidupan manusia. Pendekatan sosiologi sastra diartikan terlah terhadap karya sastra yang mempertimbangkan segi-segi social kemiskinan. Sosiologi tidak berbeda pengertiannya dengan sosiologi sastra, pendekatan sosiologi, atau pendekatan sosiokultural (Darmono, 1972:2).

Sosiologi sastra adalah cabang penelitian yang bersifat reflektif. Sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyrakat, study menegani lembaga-lembaga dan proses-proses sosial, kontiyuitas yang terbentuk antar masyarakat yang berbeda. Pada prinsipnya sosiologi mempelajari kehidupan nyata manusia sebagai kolektifitas. Akan tetapi didalamnya dijumpai banyak teori dan metodologi yang berbeda dan bahkan saling bertentangan mengenai kehidupan tersebut (Swingewood dalam Faruk, 2005a:1). Penelitian sosiologi sastra dapat ke arah hubungan timbal-balik antara sosiologi dan sastra. Keduannya akan saling mempengaruhi dalam hal-hal tertentu yang pada gilirannya menarik perhatian penulis.

3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian sosiologi sastra adalah untuk mendapatkan gambaran yang lengkap, utuh, dan menyeluruh tentang hubungan timbal balik antara sastrawan, karya sastra, dan masyarakat. Sasaran penelitian sosiologi sastra antara lain :

a. Konteks sosial pengarang

Konteks social sastrawan ada hubunganya dengan posisi social sastrawan dalam masyarakat dan kaitannya dengan masyarakat pembaca. Oleh karena itu yang terutama diteliti adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana sastrawan mendapat mata pencaharian: apakah ia menerima bantuan pengayom atau dari masyarakat secara langsung atau bekerja rangkap.

2. Profesionalisme dalam kepengarangan sejauh mana sastrawan mengungkap pekerjaanya sebagai sastra.

3. Masyarakat yang dituju oleh sastrawan dalam hal ini kaitan antara sastrawan dan masyarakat sangat penting sebab yang dituju itu menentukan bentuk isi karya sastra mereka.

b. Sastra Sebagai Cerminan Masyarakat

Sastra sebagai cerminan masyarakat dapat diartikan sejauh mana sastra dianggap sebagai cerminan keadaan masyarakat. Kata cermin disini meninbulkan gambaran yang kabur, oleh karenannya sering disalah tafsirkan dan disalah gunakan. Dalam hubungan ini yang harus mendapatkan perhatian adalah sebagai berikut: a) sastra mungkin tidak dapat dikatakan mencerminkan masyarakat pada waktu ia ditulis, sebab banyak ciri masyarakat yang ditampilkan dalam karya sastra itu sudah tidak berlaku lagi pada waktu ia ditulis. b) sifat lain dari yang lain seorang sastrawan sering mempengaruhi pemilihan dan penampilan fakta-fakta sosial dalam karyannya, c) genre sastra sering merupakan sikap sosial suatu kelompok tetentu, dan bukan sikap sosioal seluruh masyarakat, yang secermat-cermatnya mungkin saja tidak dapat dipercaya atau diterima sebagai cerminan masyarakat.

c. Fungsi Sosial sastra

Sastra menampilkan gambaran kehidupan yang berupa suatu kenyataan social. Dalam pengertian ini, kehidupan mencakup hubungan antar masyarakat, antar masyarakat dengan orang – orang ( antar manusia ) dan antar peristiwa yang terjadi dalam batin seseorang. Jabrohim ( 2003 : 8 ) mengatakan bahwa peristiwa – peristiwa yang terjadi dalam batin seseorang yang sering menjadi subject matter karya sastra adalah refleksi hubungan seseorang dengan orang lain atau dengan masyarakat. Sastra juga akan menyangkut masalah yang timbul hubungan orang – orang atau masyarakat dengan yang maha tinggi sebagai perwujudannya sikap religuitas. Fungsi social sastra dalam hal ini berkaitan dengan adanya nilai religuitas dan nilai moral.

1. Nilai religuisitas

Religuisitas menurut emha ainun najib ( Jabrohim, 2003 : 15 – 16 ) adalah inti kualitas hidup manusia dan harus dimaknakan sebagai rasa rindu, rasa ingin bersatu, rasa ingin bersama dengan sesuatu yang abstrak. Religuisitas dibedakan menjadi dua yakni religuisitas agamis dan religuisitas non agamis.

Religuisitas agamis mengacu kepada sikap dan sifat religious para agamawan atau orang – orang yang memeluk agama tertentu. Orang yang beragama memang banyak yang religious dan seharusnya memang demikian. Akan tetapi dalam kenyataannya tidaklah demikian. Religuisitas non agamis mengacu kepada orang yang cita rasa, sikap dan tindakan sehari – hari lebih dekat dengan kesetiaan hati nuraninya walaupun secara formal dan tidak beragama.

2. Nilai moral

Nilai merupakan sifat – sifat atau hal – hal penting yang berguna bagi kemanusiaan ( KBBI, 2005 : 783 ). Pengertian moral mengacu pada ajaran tentang baik buruk yang diterima oleh umum mengenai perbuatan sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti dan sebagainya ( KBBI, 2005 : 754 ). Jadi kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian moral adalah segala sesuatu yang penting dan bermanfaat bagi manusia dalam pembentukan sikap, akhlak dan budi pekerti. Moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan, pandangannya tentang nilai – nilai kebenaran. Hal inilah yang ingin pengarang sampaikan kepada pembaca.

Nilai moral merupakan aturan yang dijadikan patokan oleh manusia tentang baik buruknya yang seharusnya dan sebaliknya dilakukan oleh manusia dalam pergaulannya di masyarakat. Adapun bentuk penyampaian nilai moral menurut burhan nurgiantoro ( 2002 : 335 ) yaitu bentuk penyampaian langsung dan bentuk penyampaian tidak langsung. Bentuk penyampaian nilai moral secara langsung dapat dilakukan dengan pelukisan watak tokoh atau diwujudkan dalam aktivitas tokoh sebagai alat penyampaian nilai moral oleh pengarang melalui uraian baik berupa protagonist ataupun antagonis, sedangkan bentuk penyampaian nilai moral secara tidak langsung disampaikan melalui percakapan ( dialog ), pikiran dan sikap atau perbuatan.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah dari mana sumber data yang akan diperoleh. Subjek penelitian ini yang menjadi sumber data adalah novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif. Cetakan ketiga tahun 2006 yang diterbitkan oleh penerbit Navila dengan tebal 356 halaman.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah gejala atau fenomena yang akan diteliti ( Siswantoro, 2005 : 46 ). Objek penelitian ini adalah menitikberatkan hubungan timbale balik antara sastrawan, sastra dan masyarakat yaitu : ( 1 ) konteks social pengarang dalam novel, ( 2 ) gambaran masyarakat yang tercermin dalam novel, ( 3 ) fungsi social dalam novel.

B. Metode Penelitian

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis deskripsi kualitatif yang artinya data terurai dalam bentuk kata-kata atau gambar-gambar bukan dalam bentuk angka-angka. Metode deskripsi ini menggambarkan data secara kualitatif yaitu kedalam penghayatan terhadap interaksi dalam konsep yang sedang dikaji secara empiris dan menggunakan kata-kata. Penggunaan kutipan dalam novel juga diiku sertaka untuk mempermudah deskripsi data (Semi, 1993:24). Lagkah-langkah yang dilakukan penelitian untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Membaca novel dengan cermat dan teliti secara berulang – ulang untuk memahami isi teks dan unsure – unsure pembangun cerita dalam novel.

b. Menafsirkan isi teks sesuai dengan pemahaman penelitian berdasarkan pendekatan dan kerangka teori yang di gunakan.

c. Melakukan pencatatan terhadap aspek – aspek yang akan di teliti.

d. Mendata hal – hal penting novel dan mewakili apa yang di teliti kemudian di catat dalam kartu data.

e. Data yang telah terkumpul di dokumentasikan untuk di pergunakan sebagai sumber informasi dalam kerja penelitian.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dlam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Teknik baca dan catat adalah teknik yang digunakan dengan jalan membaca teks tertulis, selanjutnya dicatat dalam kartu data yang telah disediakan. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dlam metode ini adalah sebagai berikut :

a. Membaca novel dengan cermat dan diteliti secara berulang-ulang untuk memahami isi teks dan unsure-unsur pembangunan cerita dalam novel.

b. Menafsirkan isi teks sesuai dengan pemahaman peneliti bedasrkan pendekatan dan kerangka teori yang disesuaikan.

c. Melakukan pencatatan terhadap aspek-aspek yang akan diteliti

d. Mendata hal-hal penting novel dan mewakili apa yang ditulis kemudian dicatat dalam kartu data.

e. Data yang terkumpul didokumentasikan untuk dipergunakan sebagai sumber info dalam keja penelitian.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Sinopsis

Ramadan adalah mahasiswa semester akhir yang juga bekerja sebagai wartawan. Ramadhan adalah lelaki yang baik, cerdas, tahu banyak tentang sastra dan juga rendah hati. Ramadhan sangat mengagumi Rumanti yang telah mempunyai suami bernama RM. Danudirjo. Tetapi, kekagumannya itu hanya sebatas kagum karena Rumanti adalah perempuan yang cantik, baik, lemah lembut dan menyayangi suami serta kedua anaknya.

Ramadhan sempat mencintai teman satu kampus bernama Tyas, tetapi karena factor kekayaan yang berbeda jauh akhirnya dia tidak mengungkapkan isi hatinya. Ramadhan hanya menganggap Tyas sbagai teman perempuannya saja. Beberapa bulan kemudian bertemu dengan perempuan bernama Raden Indri Astuti. Kecantikan indri membuat Ramadhan jatuh cinta, kali ini dia berusaha dan berjuang mendapatkan cinta Indri meskipun dia bebeda jauh dengan Ramadhan yang jauh lebih miskin daripada Indri.

Suatu saat Danu bertemu dengan mantan kekasihnya yang telah bererai dengan suaminya yang petama, karena masih cinta kepada Noma ahirnya Danu memutuskan untuk menikah lagi dengan persetujuan Rumanti. Merekapun akhirnya menikah, tetapi karena ingin menguasai harta Danu pernikahan itu berlangsung beberapa bulan saja, Norma dimasukan ke penjara setelah terbukti melalakukan percobaan bunuh diri terhadap Danu.

Perjuangan Ramadhan untuk mendapatkan cinta Indri akhirnya tercapai, tetapi kakak indri tidak merstui hubungan mereka, Danu telah menjodohkan Indri dengan rekan kerjannya bernama RM. Suwito. Tetapi lambat laun Danu mengetahui bahwa mas Wit adalah lelaki yang jahat dan suka main perempuan sehingga Danu membatalkan perjodohannya. Danu akhirnya mneyetujui Ramadhan dan Indri berpacaran

B. Pembatasan Novel Perempuan Jogja Karya Achmad Munif

1. Konteks Sosial Pengarang

Novel Perempuan Jogja merupakan Novel karangan Achmad Munif. Analisis mengenai bagaimana pengaruh cara pengarang memperoleh penghasilan yakni sebagai sastra terhadap Novel Perempuan Jogja menyangkut latar belakang sosial budaya dan pandangan hidup pengarangnya.

Manusia sebagai makhluk social tidak terkecuali pengarang, tidak dapat hidup tanpa kontak social. Achmad munif juga mempunyai sebuah hidup sendiri yang didalamnya terdapat lingkungan alam dan budaya yang sangat dihayati. Achmad Munif dilahirkan di Jawa Timur, Achmad Munif tumbuh dan dibesarkan dikeluarga yang sederhana, dari didikan orangtuannya yang diimbangi dengan kejujuran dan keuletan sehingga dia dapat melanjutkan kuliah dan bekerja sebagai seorang wartawan.

Achmad Munif selama menjadi mahasiswa aktif sebagai penulis produktif. Selain itu juga memasuki dunia jurnalistik, juga pernah menjadi penulis sekenario sinetron. Hobinnya sebagai penulis membuahkan hasil sebagai penulis yang terkemuka yang mempunyai ciri khas kedaerahan.

Karirya dibidang seni dimulai dari seni tulis. Waktu luangnya selalu dihabiskan untuk menulis baik artikel, cerpen, dan novelnya yang pernah dimuat dibeberapa media masa. Ajaran orangtuanya sejak kecil dan kehidupannya yang penuh dengan nilai-nilai dan aturan yang disiplin.

Achmad Munif dalam Novel Perempuan Jogja berbicara secara spesifik tentang kehidupan Perempuan Jogja berbicara secara spesifik tentang kehidupan Perempuan Jogja. Meskipun ada tokoh-tokoh dari luar yang dilahirkan, namun mereka malah digunakan untuk memperlihatkan pandangan masyarakat tentang kegiatan sehari-hari kehidupan Perempuan di Jogjakarta. Perempuan yang digambarkan adalah perempuan ynag sopan santun, tunduk pada peraturan suami, menghargai dan menghormati orang yang lebih tua, baik yang mengerti tentang tata karma. Hal tersebut dapat dilihat seperti pada tokoh Rukmanti yang penulis gambarkan pada Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

2. Gambaran masyarakat yang tercermin dalam Novel Perempuan Jogja Karya Achmad Munif.

Perempuan jogja dikenal sebagai perempuan yang lemah lembut, menghormati orang yang lebih tua, baik dan mengerti tata karma. Patuh terhadap peraturan yang ada baik secara khusus maupun umum. Peraturan agama yang mengatur tentang poligami itu dapat dirasakan oleh Rumanti yang suaminya menikah lagi dengan mantan kekasihnya, meskipun hal tersebut sangat memberatkan tetapi Rumanti harus menjadi perempuan yang patuh pada keputusan suami.

Gambaran masyarakat pada Novel Perempuan Jogja merupakan hal pengatan penulis atas segala sesuatu yang terjadi disekelilingnya yang berupa peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dilingkungan Jogjakarta. Novel Perempuan Jogja menceritakan tentang Perempuan Jogja yang sebenarnya yang menjadi tokoh utamanya yaitu Rumanti. Rumanti adalah perempuan yang dijodohkan dengan lelaki yang sangat kaya. Rumanti yang dijodohkan dengan Danu anak seorang kolongmerat. Gambaran pada novel Perempuan Jogja juga masih memegang adat istiadat yang ada di Jogjakarta. Kutipan-kutipan yang mendukung dapat kita lihat dibawah ini :

v Menggambarkan masyarakat yang masih megenal perjodohan

“........Raden Mas Sudarsono tidak punya pilihan lain kecuali cepat-cepat menikahkan puterannya. Mereka memilih Rumanti karena dianggap memiliki potensi untuk mengabdi. Apalagi Rum sendiri memang cantik, bagai bunga mekar dirumput-rumput yang hijau. Bagi keluarga RM Sudarsono, lelaki seperti Danu membutuhkan seorang perempuan cantik, tapi penurut.” (Hlm. 10)

“…… saya tidak pernah menjodohkan Indri dengan Suwito. Sudah lama kita sadari, kini bukan jamannya menjodohkan anak. Semua itu keinginan Danu.” (Hlm.20)

Kutipan diatas menggambarkan tentang adat perjodohan yang masih melekat dimasyarakat Jogjakarta karena masalah kecantikan seorang gadis yang penurut terhadap laki-laki selain itu juga masalah kekayaan.

v Menggambarkan masyarakat yang masih kental dengan adat istiadat.

“…….baginya budaya Timur tentu dalam hal ini budaya Nusantara tidak boleh dibiarkan mandeg apalagi tari Jawa.” (Hal.18)

Kutipan diatas masih menjunjung adat istiadat masyarakat Jogja yaitu menjaga budaya Nusantara terutama Tarian Jawa yang jangan sampai dimusnahkan.

· “ Rukmanti mengenakan pakaian tradisional Jawa dengan kain dan kebaya.” (Hal.216)

Kutipan diatas masih menjunjung adat istiadat masyarakat jogja yaitu mengenakan pakaian khas adat jawa yang masih menjadi tradisi.

· “……..dan Ibunya selalu mendampingi Romo dambil membatik.” (Hlm.170)

Kutipan diatas menunjukan bahwa tokoh Ibu masih menekuni membatik, hal tersebut dilakukan seperti perempuan atau ibu-ibu di Yogyakarta. Adat yang dilakukan itu mencerminkan orang Jawa yang ada di Yogyakarta.

· “ mereka diapit RM Sudarsono dan RA Niken yang berpakaian resmi ala Jawa dan keluarga Norma.” (Hlm.217)

Kutipan diatas menjelaskan tentang acara keluarga yang digambarkan pada acara pernikahan yang kedua RM Danudirjo masih menggunakan pakaian adat yaitu pakaian resmi Jawa

v Menggambarkan bahwa kekuasaan mengalahkan kemiskinan

· “ posisi kita berbeda. Sangat jauh berbeda. Dan sekali lagi mas Danu telah mengangkat Mbak.” (Hlm.26)

Kutipan diatas menjelaskan bahwa dengan kekayaan yang ada seseorang dapat membeli apa saja. Dalam novel tersebut dijelaskan bahwa kekuasaan RM Danu terhadap Rumanti yang telah menjadi suaminya.

· “ Kamu masih ingat, bapakmu ini dulu hanya seorang batur. Pembantunya Raden Mas Sudarsono, Ramanya suamimu.”

Kutipan diatas menjelaskan bahwa kekayaan membuat seseorang menghormati kaum yang lebih tinggi atau lebih kaya.

3. Fungsi Sosial dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

a. Nilai Religiusitas.

· Religiusitas Agamis

- Islam mengajarkan untuk tetap bersyukur terhadap apa yang diberikan oleh Alloh SWT.

“ Mba mensyukuri apa yang sudah Mba terima dari Gusti Alloh melalui mas Danu.” (Hlm.27)

Kutipan diatas menjelaskan bahwa rasa bersyukur karena mempunyai suami yang baik meskipun suaminya akan menikah dengan mantan kekasihnya. Dengan bersyukur merasa mendapatkan kedamaian dan akan mendapat kebahagiaan semua itu.

- Islam mengajarkan untuk sholat.

“ Ramadhan bangkit dari kursi menuju kekamar mandi untuk mengambil air wudhu. Ia ingat belum sholat isya.” (Hlm.185)

Kutipan diatas menjelaskan bahwa islam mengajarkan tentang sholat. Sholat lima waktuu harus dikerjakan dan jangan ditinggalkan. Dengan sholat kita akan bias berfikir positif dan selalu berusaha melakukan hal yang baik dan sesuai dengan perintah agama

- Islam mengajarkan tentang tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah.

“ popi sering membagi-bagikan permen atau makanan apa saja kepada anak-anak kandung kala membantu membelikan obat kalau ada anggota komunitas yang sakit.” (Hlm 56)

Kutipan diatas menjelaskan bahwa orang member lebih baik dari pada orang menerima. Seperti yang dilakukan Popi walaupun member permen atau makanan tetapi itu adalah perbuatan yang diajarkan agama.

· Religuisitas Non Agamis

- Islam tidak mengajarkan bunuh diri

“…. Kata Mama, Papa main gila lagi dengan perempuan lain. Mama mengancam akan bunuh diri.” (Hlm48)

Kutipan diatas adalah perbuatan yang sangat dbeci oleh Allah SWT. Bubuh diri adlah perbuata yang tidak terpuju dan sangat merugikan bagi orang yang melakukan.

- Melakukan perbuatan yang dilarang agama seprti bersina

“ Mereka menuju sebuah hotel terbaik di parangtritis. Setelah beristirahat dikamar mereka jalan-jalan, ia tidak kecewa telah diberi kebutuhan biologis oleh Daniel.” (Hlm.273)

Kutipan diatas sungguh perbuatan yang tidak baik karena berzina adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh agama islam, dan kita harus menjauhinya.

b. Nilai Moral.

· Baik.

- RM Sudarsono (Berjiwa Sosial).

“ Ayahnya berjiwa sosial dan tidak pernah menunjukan apalagi menonjolkan bahwa dirinya masih berdarah biru.” (Hlm.21)

Kutipan diatas menunjukan bahwa RM Sudarsono mempunyai moral yang baik yaitu berjiwa sosial, ia tidak pernah sombong dan membangga-banggakan bahwa dirinya masih berdarah biru.

- RM Sudarsono (Baik).

“ salah satu kebaikan dari ayahnya karena sangat menonjol adalah memberikan buruh-buruh batiknnya mendirikan rumah-rumah dihalaman belakang dan menganggap mereka sebagai kerabat.” (Hlm.22)

Kutipan diatas menunjukan bahwa nilai moral tercermin dari RM Sudarsono yang melakukan tindakan kebaikan kepada buruh-buruh pabriknya yang tidak mempunyai lahan untuk tempat tinggal dengan cara membiarkan mendirikan rumah di halaman belakang.

- Rumanti (Menjaga Kesetiaan).

“ Maka Mbak tidak bisa berbuat lain kecuali menjaga kesetiaan sampai kapanpun.” (Hlm.27)

Kutipan diatas menjelaskan bahwa Rumanti adalah sosok perempuan Jogja yang menjaga kesetiaan sebagai seorang isteri meskipun suaminya akan menikah lagi. Kesetiaan itu didasari karena balas budi dengan apa yang telah diberikan mertua dan keluarga suaminya.

- Rumanti (Perempun yang Kuat).

Kamu harus menujukan kepada semua orang bahwa kamu bukan perempuan biasa. Kamu perempuan Jawa yang kuat.” (Hlm.217)

Kutipan diatas menunjukan bahwa Rumanti mampu menjadi perempuan Jawa yang kuat. Perempuan yang biasa menerima keputusan suami, karena itu perempuan Jawa yang sesungguhnya.

- Popi (Insyaf).

“ Tidak mau, Om! Cari saja yang lain. Popi sekarang sudah insyaf.” (Hlm.339)

- Perampok (Kasihan)

“ Kita lempar saja di jalanan atau ke jurang. Kasihan juga ini orang.” (Hlm.350)

Kutipan diatas menunjukan bahwa sebagai seorang perampok juga masih mempunyai moral yang baik yaitu tidak jadi melempar Ramadan ke jurang atau ke jalanan.

· Buruk

- RA Indri (Pemarah).

“ Di tengah keasyikan menyapukan kuas dikanvas disampig istrinya, Indri Astuti masuk kedalam sanggar dan berbicara nerocos dengan kata-kata bernada marah.”

Kutipan diatas menunjukan bahwa sikap moral Indri yang tidak baik karena selain marah-marah juga menunjukan sikap moral yang tidak menghormati orangtuannya.

- RM Danudirjo (Tidak Setia).

“ ia lupa dengan kesetiaan dan pengabdian Rumanti yang telah menyembuhkan luka-luka dihatinya.” (Hlm.34)

Kutipan diatas menunjukan bahwa ikap RM Danudirjo yang tidak baik karena karena melupakan kesetiaan istrinya hanya karena mantan kekasihnya.

- RM Suwito (Suka mempermainkan cewek)

“ tangan Suwito memijat-mijat lutut Nita. Gadis itu sediki menggelinjing……… Padahal tidak hanya Nita yang pernah diajak Suwito ke Villa Kaliurang, tetapi juga Nora, Indah, Narmi, dan entah siapa lagi.” (Hlm.114)

Kutipan diatas menunjukan sikap moral Suwito yang tidak baik sering gonta-ganti perempuan yang diinginkannya, sikap moral yang dilakukannya itu juga dibertentangkan dengan moral agama.

- RM Danudirjo (Egois).

“ Memang wajar kalau Danu egois, sebagai sulung laki-laki yang dibesarkan dengan kasih saying penuh.” (Hlm.215)

Kutipan diatas menunjukan sikap danu yang egois karena dalam membesarkannya dulu Danu sering dimanja penuh kasih saying, sikap egois itu akan merugikan orang lain.

- Norma (Melakukan Precobaan Pembunuhan kepada Danu).

“ Ia tahu Norma hanya pura-pura pinsan. Nalurinya sebagai polisi menyakini bahwa Danu menjadi korban percobaan penbunuhan.”

Kutipan diatas menunjukan sikap moral norma yang tidak baik karena demi mendapatkan harta kekayaan Danu, Norma melakukan percobaan pembunuhan terhadap suaminya sendiri.

- Perampok (Melakukan Pengroyokan).

“ Ramadhan terkejut ketika sebuah mobil boxes berhenti persis didepannya. Tiga orang keluar dari mobil dan langung menyeret Ramadhan begitu saja.” (Hlm.348)

Kutipan diatas menunjukan bahwa sikap moral para perampok ynag jahat yaitu melakkan pengroyokan terhadap Ramadhan.

BAB V

PENUTUP

KESIMPULAN

1. Kontek social pengarang Novel Perempuan Jogja merupakan Novel karangan Achmad Munif. Achmad Munif di lahirkan di Jawa Timur Achmad Munif tumbuh dan dibesarkan dikeluarga yang sederhana, dari didikan orang tuannya yang diimbangi dengan kujujuran dan keuletannya sehingga dia dapat melanjutka kuliah dan bekerja sebagai seorang wartawan. Hal tersebut dapat dilihat seperti pada tokoh Rumanti yang penulis gambarkan pada Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif.

2. Gambaran masyarakat yang tercermin dalam novel Perempuan Jogja karya Achmad munif. Gambaran masyarakat pada Novel Perempuan Jogja merupakan hasil pengatan penulis atas segala sesuatu yang terjadi dalam masyarakat dilingkungan Yogyakarya. Dalam Novel Perempuan Jogja terdapat terdapat kutipan-kutipan yang menggambarkan masyarakat yang masih mengenal perjodohan, masyarakat yang masih kental dengan adat istiadat, menggambarkan bahwa kekuasaan mengalahkan kemiskinan.

3. Fungsi social dalam Novel Perempuan Jogja karya Achmad Munif didalamnya memuat tentang nilai religious (Religuisitas agamis, religuisitas non agamis) nilai moral baik dan buruk.

BAB VI

DAFTAR PUSTAKA

· Damono, Sapardji djoko. 1979. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

· Endraswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta : Pustaka Widya Tama.

· Nurgiyantoro, Burhan. 2000. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

· Depdikbud. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

· Faruk . 2005. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

· Jabrohim. 2003. Tahajjud Cinta Emha Ainun Nadjib. Sebuah Kajian Sosiologi Sastra. Yogykarta : Pustaka Pelajar dengan Pusat Aktivitas dan Studi Sastra UAD.

· Siswantoro. 2005. Metode Penelitian Sastra. Surakarta : Muhammadiyah University Press.

· Semi, M. Atar.1993. Kritik Sastra. Bandung : Angkasa.

· Ratna, Nyoman, Kutha. 2006. Teori Metode dan Teknik Penulisan Sastra. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

· Munif, Achmad. 2006. Perempuan Jogja. Yogyakarta. Navila.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar